Sabtu, 01 Agustus 2015

Hati-hati dengan hati



Assalamu'alaikum.wr.wb

Hay para sahabat yang berbahagia,kali ini saya akan membahas tentang cinta,cinta menurut islam dan  keutamaan mencintai Allah swt dan Rosul-nya. Hay para sahabat semua,tahukah anda jika kita akan bersama dengan orang yang kita cintai di akhirat kelak,oleh karena itu berhati-hatilah mencintai seseorang. Para sahabat semua apa yang terlintas di pikiran anda soal Cinta,pasti sesuatu yang indah dan menyenangkan hati bukan???,karena bersama dengan orang yang kita cintai kita akan merasakan kebahagiaan di dunia,semua yang di dasarkan oleh cinta pasti menjadi sesuatu yang baik,bukan hanya cinta pada seseorang,tapi dalam hal pekerjaan,cinta dapat membawa perubahan bagi seseorang yang mungkin dulunya dia kasar dengan adanya cinta dia bisa menjadi orang yang lebih tenang. Cinta adalah sesuatu yang murni,putih,tulus dan suci yang timbul bukan karna paksaan atau sesuatu yang di buat-buat,cinta adalah perasaan terdalam manusia dimana dia rela berkorban apa saja demi seseorang yang dia cintainya dan pengorbanannya yang tulus tidak mengharap balasan apapun,cinta juga membawa kehangatan dimana mampu dan menyadari betapa berharganya diri kita dan seseorang yang berharga yang pantas kita lindungi,cinta bukan sebatas kata-kata karena cinta lebih berharga dari pada harta karun termahal di dunia,cinta merupakan anugrah terindah yang tak ternilai harganya dan itu di berikan pada makluk yang paling sempurna,dan itu manusia.

Para sahabat ada beberapa jenis cinta di dalam Al-Qur'an yang dimana bisa menjadi arahan untuk kita agar lebih mengetahui jenis-jenisnya. Yang pertama ada cinta mawadah  yaitu jenis cinta yang menggebu-gebudan membara,orang yang memiliki cinta ini maunya selalu berduadan enggan untuk berpisah. Yang kedua ada cinta rahman yaitu jenis cinta yang penuh kasih sayang,lembut,siap berkorban dan siap melindungi,orng yang memiliki cinta ini,lebih memperhatikan orng yang di cintainya dibanding dirinya sendiri,yang terpenting adalah kebahagiaan kekasihnyameski dia harus menderita,dia amat memaklumi kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya. Yang ketiga cinta mel yaitu cinta sementara yang membara sehingga menyita semua perhatiannya hingga cenderung tidak dia perhatikan,cinta ini dalam Al-Quran dalam konteks orang yang suka poligami. Yang keempat adalah cinta ra'fah,cinta ra'fah adalah jenis cinta yang sangat dalam hingga mengalahkn norma-norma kebenaran,misalnya kasihan membangunkan anak untuk sholat,membelanya meskipun salah. Dan yang terakhir adalah cinta qulfah,yakni perasaan cinta yang disertai peraaan mendidik dan hal-hal yang positif yang meski sulit,seperti orang tua yang menyuru anaknya untuk sholat,membersihkan kamarnya sendiri meski ada pembantu di rumahnya. Namun para sahabat,di dalam islam pernah disebutkan hati-hati dalam mencitai seseorang,karena nanti kita akan bersama dengan orang-orang yang kita cintai di akherat kelak,bagaimana penjelasannya,berikut adalah pemaparannya.

Para sahabat,islam telah mengajarkan dan mengarahkan kepada kita semua umatnya agar mencitai sesuatu karna Allah swt dan membenci karna Allah,sehinga seseorang akan mencintai apa yang di cintai oleh Allah dan membenci apa-apa yang Allah benci,cinta dan bencinya harus mengikuti kecintaan Allah swt,karena semua ini bertujuan agar mendapat ridho dan cinta Allah swt,dan dari sahabat Abdullah bin abbas ra,Rosulallah saw bersabda yang artinya:
 "Tali keimanan yang paling kokoh adalah berloyal karena allah dan memusuhi karena allah,cinta karena allah dan benci karena alllah. (HR. Al-thabrani dalam Al-mu/jamul kabir dan dihassankan oleh Al-syaikh Al-albani dalam Al-sahiha".

Di dalam sabda telah di jelaskan bahwa sebagai umat manusia harus mencintai apa-apa yang di cintai oleh allah dan memusuhi apa-apa yang di benci oleh allah,dan bila kita melakukan hal yang demikian maka kita akan menjadi manusia yang selalu dalam lindungan Allah swt. Dan dalam sabda lain nabi Muhhamad saw bersabda yang artinya : 
"Tiga hal jika ada dalam diri seseorang/ia akan merasakan manisnya iman;apabila Allah dan Rosul-nya lebih ia cintai daripada selainnya,mencintai seseorang hanya karena Allah,dan benci kepada kekufuran setelah di selamatkan oleh Allah darinya,sebagaimana bencinya jika di lemparkedalam api neraka."(HR.muslim).
Dan dalam sabda yang sama dari ibnu abbas rohimallah dia jugaberkata yang artinya:
"Siapa yang mencintai karena Allah dan membenci karena Allah,loyal (membela) karena Allah dan memusuhi karena Allah,telah mendapatkan wilayah (perwalian) dari Allah dengan itu,dan seseorang tak akan mendapat manisnya iman sehingga bersikap seperti itu walapun shalat dan puasanya banyak.

Di dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas di jelaskan bahwa,beliau mengatakan,dalam hal mencari teman atau teman dekat haruslah di dasarkan oleh prinsip,karena siapa yang di jadikan teman pasti mendapatkan kecintaan sesuai kadarnya,terlebih seorang teman biasanya akan memberi pengaruh kepada teman dekatnya,oleh karena itu islam telah memberikan arahan agar tidak sembarang memilih teman dan teman dekat. Imam tabrani meriwayatkan sebuah hadist dari Ali ra, Rosulallah bersabda yang artinya:
"tidaklah seseorang mencintai suatu kaum keuali ia akan di bangkitkan bersama mereka". (AL-MUNDZIRI berkata: ISNADNYA Bagus. Dinilai SHAHIH Oleh AL-ALBANI dalam SHAHIH AL-TARGHIB WA AL-TARHIB. Di dalam sabda di jelaskan bahwa bila kita mencintai seseoramg secara berlebihan dan melebihi kecintaan kepada Allah dan Rosul-nya,maka dia pada saat hari akhir dia akan dibangkitkan bersama orang yang dia cintainya di dunia dan di riwayatkan oleh Annas ra,beliau berkata yang artinya:
"Ada seseorang yang bertanya kepada nabi shallallahu'alaihi wasallam tentang hari kiamat,ia berkata:
"Kapankah hari kiamat itu?"beliau menjawab,"apa yang sudah engkau siapkan untuknya?".ia menjawab,"tidak ada,kecuali aku mencintai allah dan rasul-nya". Dan seterusnya Annas Bin Malik juga berkata: 
"Kami tidak pernah merasa gembira seperti kegembiraan kami dengan ucapan Rosulallah saw yang artinya: "Engkau akan bersaa orang yangengkau cintai (di akhirat kelak). Kemudian annas melanjutkan yang artinya: 
"Sungguh saya mencintai Nabi shallallahu'allahi wasallam,abu bakar dan umar dan berharap agar saya bisa bersama mereka (di akhirat kelak),di sebabkan cintaku terhadap mereka,walaupun saya tidak beramal seperti amalan mereka." (HR. BHUKHARI DAN MUSLIM).
Dalam sabda di jelaskan bahwa bagi umat manusia kita jangan terlalu mencintai apa yang kita miliki di dunia secara berlebihan walaupun itu harta yang paling berharga sekalipun,seperti orang tua,istri,dan anak,kita hanya boleh mencintai Allah dan Rosul-nya secara berlebihan,karena hal itu yang akan menolong kita di akhirat kelak.

Cinta sejati adalah cinta dimana yang mendapat kemuliaan untuk mengikuti jalan orang yang di cintainya,mengikuti langkah-langkahnya,berada di atas manhatsnya dan mengambil petunjuknya,ingat dulu yahudi dan nasrani mengakuai mencintai Nabi mereka  tetapi tidak mendapat nikmat menemani mereka di akhirat,dikarenakan mereka menyalahi petunjuk para Nabi-nya dan Abu tolib juga  sangat mencintai keponakannya tapi tidak bisa bersamanya di akhirat,karena dia tidak mengikuti Nabi shallallahu'allahi wasallam dalam keimanan dan petunjuk.

Jadi para sahabat,sebagai umat manusia,kita tidak boleh mencintai seseorang melebihi kecintaan kita kepada Allah swt dan  Nabi saw karena bila kita melakukan yang demikian kita akan dibangkitkan bersama orang yang kita cintai di akherat kelak. Semoga kita bisa mengutamakan kecintaan kita kepada Allah saw dan Rosul-nya,dan kita termasuk orang-orang penghuni syurga. Amiin

Wassalamu'alaikum.wr.wb

Sumber: you tube @berita islam masa kini




Tidak ada komentar:

Posting Komentar